Selasa, 03 November 2009

Nafsu

Malam ini aku sungguh bernafsu
Kutumpahkan tinta diatas kertas putih
Kucurahkan segala gundah dalam hati
Denting jam pun bergema berulang kali
Tapi nafsu tak jua berhenti
Kantukpun hilang berbinar
Mataku terbelalak tak karuan
Jari jemariku bergerak tak terkira
Hingga tak sanggup kubendung
Begitu kacau, begitu murka
Begitu muak, begitu nista
Begitu amarah merambah sanubari
Begitulah adanya kejiku
Nafsu ini tiada henti
Semakin kulawan semakin membara
Akupun pasrah diseret geloranya
Biarpun apa yang terjadi nanti

Nafsu ini menghantuiku
Nafsu ini membelengguku
Nafsu ini membekapku
nafsu... nafsu... ooh nafsu...
Haaahhh...

Aku

Aku merayu pada Maut, agar ia mau menjemputku
tapi ia pergi tanpa rasa, tanpa iba
Aku merayu pada Sangkakala, tuk nyanyiannya hanya padaku
tapi ia pun berlalu tanpa pedulu pada hatiku
Aku bersandar pada Nasib, tapi ia pun menjauh
meninggalkan pedih dan perih didadaku
Aku berlari pada Langit, mengharap jawab atas semua tanyaku
tapi langitpun lenyap tanpa bekas, membuatku sendiri

Aku terdiam
Aku terpaku
Aku terperosok lagi dalam lembah tak berhujung
Apalagi.......
Apalagi yang harus kuperbuat
Seakan semua pergi
Seakan hina t'lah terpatri
dosakah?
salahkah?
kutukkah?
Semua keniscayaan ini tiada henti
Sampai kapan?
ntah sampai kapan???...

Rabu, 12 Agustus 2009

JIHAD

Al-Baqarah (2) : 218

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

2.218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berJihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Baqarah (2) : 273

لِلْفُقَرَاء الَّذِينَ أُحصِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ ضَرْباً فِي الأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاء مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافاً وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ

2.273. (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh Jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.


Al-'Imran (3) : 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

3.142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berJihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.


An-Nisa (4) : 95

لاَّ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُـلاًّ وَعَدَ اللّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْراً عَظِيماً

4.95. Tidaklah sama antara mu'min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berJihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berJihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berJihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,


Al-Ma'idah (5) : 35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

5.35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berJihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.


Al-Ma'idah (5) : 54

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

5.54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berJihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.


Al-Anfal (8) : 72

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ آوَواْ وَّنَصَرُواْ أُوْلَـئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلاَيَتِهِم مِّن شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُواْ وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلاَّ عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

8.72. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berJihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi . Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


Al-Anfal (8) : 74

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ آوَواْ وَّنَصَرُواْ أُولَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

8.74. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berJihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (ni'mat) yang mulia.


Al-Anfal (8) : 75

وَالَّذِينَ آمَنُواْ مِن بَعْدُ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ مَعَكُمْ فَأُوْلَـئِكَ مِنكُمْ وَأُوْلُواْ الأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

8.75. Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berJihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


At-Taubah (9) : 16

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُواْ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُواْ مِن دُونِ اللّهِ وَلاَ رَسُولِهِ وَلاَ الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

9.16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berJihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


At-Taubah (9) : 19

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَوُونَ عِندَ اللّهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

9.19. Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta beJihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim .


At-Taubah (9) : 20

الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللّهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

9.20. orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berJihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.


At-Taubah (9) : 24

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

9.24. Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berJihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


At-Taubah (9) : 41

انْفِرُواْ خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

9.41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berJihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.


At-Taubah (9) : 44

لاَ يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَن يُجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

9.44. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berJihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.


At-Taubah (9) : 73

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

9.73. Hai Nabi, berJihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.


At-Taubah (9) : 81

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلاَفَ رَسُولِ اللّهِ وَكَرِهُواْ أَن يُجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَقَالُواْ لاَ تَنفِرُواْ فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّاً لَّوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

9.81. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berJihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.


At-Taubah (9) : 86

وَإِذَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَجَاهِدُواْ مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُوْلُواْ الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُواْ ذَرْنَا نَكُن مَّعَ الْقَاعِدِينَ

9.86. Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berJihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berJihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk" .


At-Taubah (9) : 87

رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَ يَفْقَهُونَ

9.87. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang , dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berJihad).


At-Taubah (9) : 88

لَـكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ جَاهَدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ وَأُوْلَـئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

9.88. Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berJihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.


At-Taubah (9) : 90

وَجَاء الْمُعَذِّرُونَ مِنَ الأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِينَ كَذَبُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

9.90. Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berJihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.


At-Taubah (9) : 91

لَّيْسَ عَلَى الضُّعَفَاء وَلاَ عَلَى الْمَرْضَى وَلاَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُواْ لِلّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

9.91. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berJihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,


An-Nahl (16) : 110

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُواْ مِن بَعْدِ مَا فُتِنُواْ ثُمَّ جَاهَدُواْ وَصَبَرُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

16.110. Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berJihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al-Hajj (22) : 78

{س} وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيداً عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

22.78. Dan berJihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu , dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.


Al-Furqan (25) : 52

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَاداً كَبِيراً

25.52. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berJihadlah terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan Jihad yang besar.


Al-Ankabut (29) : 6

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

29.6. Dan barangsiapa yang berJihad, maka sesungguhnya Jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.


Al-Ankabut (29) : 69

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

29.69. Dan orang-orang yang berJihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.


Muhammad (47) : 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

47.31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berJihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.


Al-Hujuraat (49) : 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

49.15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berJihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.


Al-Mumtahana (60) : 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءكُم مِّنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَن تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَاداً فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاء مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنتُمْ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيلِ

60.1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berJihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.


As-Saff (61) : 11

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

61.11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berJihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Senin, 29 Juni 2009

CAHAYA YANG MENYIKSAKU



Berawal dari kesendirianku dibawah bayang-bayang temaran
Mataku sekilas merengkuh silaunya dari jauh
Silaunya membutakan hatiku
Menyisakan sembilu yang tertahan
Perlahan kucoba untuk berdiri
Mencari celah gelap diantara sinaran
Tapi tak kunjung jua ku beranjak
Sementara rasa ini sudah tak tertahankan
Pedih, perih, penat, putus asa
Tapi kembali kucoba lagi
Sementara lambaian itu mendekat
Suara-suara yang dating memecah keheningan
Menusuk telingaku
Membutakan mataku
Membekap mulutku
Mencekik leherku
Menekan dadaku
Meremas jantungku
Menghentikan semua peredaran darahku
Aku kembali terpuruk
Asa kembali melayang
Gelapku pergi melambung tinggi
Seiring jiwaku yang kembali terpuruk
Terpaku dalam silau cahaya yang menyiksaku

Minggu, 21 Juni 2009

TAK PERNAH LEBIH

Entah karena merasa terlalu lama atau karena sudah lelah berobat kesana kemari, akhirnya rasa jenuh dan putus asa itu datang juga. Yah, aku mulai “kehilangan tongkat”, patah arang. Aral yang meliputiku rasanya tak kunjung berakhir. Aku lelah menjalani ini. Seakan bayangan kelam masa laluku, yang hingga kini masih gelap, selalu menyelimutiku. Aku ingin berlari menghindarinya, tapi perasaan gelap itu selalu membayangiku. Aku mencoba mengingatnya, malah perih yang kurasakan. Seakan sakit telah memintaku menjadi pasangannya. Berbagai cara kucoba bertahan, tangan-tangan dan suara-suara persembahan kadang menguatkan niatku. Tapi dikala sepi senyap, kesakitan itu datang lagi. Aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Tapi jalan ini terasa seperti ombak yang mengamuk dilautan. Laksana badai yang begitu dahsyat melumatkan muka bumi. Batas kemauan dan kemampuanku rasanya sudah hampir habis. Ku tak berdaya menghadapi ini. Tangan-tangan halus itu mungkin masih memberi asa buatku. Suara-suara jenaka mereka kadang menghalau dukaku. Tapi sampai kapan aku bertahan. Selaksa peristiwa kejadian yang sudah diambang penghabisan. Menyerahkan aku? Masih bertahankah diriku? Sampai kapan? Aku hanya mampu tertunduk dan menengadahkan tangan sembari air suci jatuh menetes. Hanya itu yang sanggup aku lakukan, hanya itu, tak pernah lebih!

Senin, 18 Mei 2009

Berpikir Bijak

Anggrekku yang sedang ranum-ranumnya diacak-acak segerombolan ayam. Bukan ayam sendiri sech, tapi ayam tetangga. Ngak tau juga tetangga yang mana. Yang jelas kejadian itu membuat aku meradang marah. Teman-teman banyak yang nyaranin untuk membeli tuh ayam, kemudian dipotong “Lumayanlah buat makan malam” kata mereka. Aku sudah mulai tenang, anakku yang besar yang kebetulan sedang libur mendapat tugas tambahan menjaga anggrek-anggrek tersebut dari ganguan serdadu ayam yang disersi tadi. Beberapa hari berlalu. Ketenangan hatiku membuahkan sebuah pikiran, “kenapa tidak membeli paranet saja? Ketimbang menjaga ayam yang tidak ketahuan kapan datangnya. Kasihan juga tuh anak, jadi korban kediktatoran Sang Ayah.”

Akhirnya pagi itu ku berangkat ketempat penjual bunga, tidak jauh memang. Pagi ini memang mendung, sang penjual rada santai. “Pak ada paranet?” tanyaku. “Adam Mas, tapi dirumah. Mau menunggu saya ambilkan?” “Boleh” jawabku singkat. Sambil menunggu sang penjual pulang. Aku melihat-lihat dagangannya yang lain. Ngak ada Anggrek kataku dalam hati. Eh ada pupuk nich, pupuk apa saja sich? Ohw, ada cairan penghilang stress buat kembang yang sedang sakit, berpindah tempat, dan lain-lain. Ada juga cairan vitamin yang bisa buat warna bunga menjadi cerah, yang ini khusus buat anggrek emang. Nah ada penyemprot yang lumayan besar nich, sepertinya murah juga.
Selang beberapa saat datanglah penjual tadi. Setelah memotong paranet sesuai dengan pesananku. Aku mulai bertanya-tanya tentang cairan-cairan pupuk tadi. Setelah bernegosiasi sedikit (lagunya, maksudnya tawar menawar harga) lazim mah kalau di Indonesia, harga yang ditawarkan bisa ditawar lagi. Eh, berhasil dewh. Dengan semangat jual-beli berhasil dilaksanakan. Penjual tadi senang rupanya, karena aku membeli semakin banyak, aku pun senang karena modal tidak habis, malah nambah barang yang dibeli.

Setelah sampai rumah, akhirnya jadi juga dewh paranet tuh dipasang. Tak lupa menyemprot anggrek-anggrekku dengan Vitamin yg baru saja kubeli. Setelah bersantai, aku berpikir dengan uang yang jauh lebih sedikit ketimbang membeli ayam kampung (yang emang kampungan tadi) aku tidak saja melindungi anggrekku dari ayam tetangga, tapi malah bisa memberikan lebih buat mereka. Vitamin penghilang stress misalnya. Betapa stressnya anggrek-anggrek tersebut setelah diacak-acak ayam. Aku tersenyum, betapa indahnya bila saja aku bisa selalu berpikir tenang & jernih lagi bijak.

Rabu, 15 April 2009

SANG ARJUNA

Bahkan Sang Arjuna pun dilanda kegalauan dan kesedihan. Pertempuran sudah didepan mata, tapi hatinya malah ragu.

Maka melihat merekalah sang Arjuna dan iapun terliputi rasa, kasihan sebab musuh-musuhnya bukanlah orang asing. Ada sanak saudara dari pihak ayah maupun ibu, dan juga paman-paman seperti Krepa, Salya, Bisma dan gurunya (Bhagawan Drona).

Oleh sebab itu, ia lalu berbicara kepada prabu Kresna, meminta supaya ia menghentikan peperangan, karena kasihan melihat para Korawa. Akan tetapi sang Janardana (Kresna) menyuruhnya tetap berperang sebab seseorang yang dianggap sebagai ksatria tidaklah diperbolehkan mengundurkan diri dari peperangan.

Senin, 13 April 2009

PUTIH

PUTIH adalah juga sebuah warna, bahkan konon katanya jikalau semua warna digabungkan dia akan berubah menjadi warna PUTIH????

SEPASANG KEKASIH DUNIA

Sepasang suami istri yang sudah tua nan renta dan memiliki seorang putera yang juga penyakitan selalu berdo'a sepanjang malam agar selalu diberi umur panjang agar bisa merawat anaknya yg sakit. Tak kala Sang Putera harus terlebih dahulu menghadap Sang Ilahi Rabbi, sepasang suami istri inipun kembali berdo'a.
"Ya Tuhan kami. Berikan kami kekuatan dan umur panjang untuk meneruskan hidup ini dan memiliki keturunan yang baru. Amien"

Kadang kita memaksakan kehendak diri, yang tak lebih dari penolakan atas takdir dan kehendak. Padahal setelah itupun Tidak ada apa-apa.... Lalu untuk apa harus ada????